Berikut sajak saya yang dimuat di BATAM POS, 18 November 2007
Selamat menikmati!
Sumber: http://batampos.co.id/content/view/34422/91/
Sajak-sajak Gendhotwukir Perjalanan Pulang
1./
aku pulang
seiring hingar yang luruh di batubatu bisu
mengekalkan penglihatan buru waktu
tanah yang tergadaikan. serupa kota mati
ditinggalkan para pengelana. tidak berbeda
(bukitbukit terus mengabadikan sunyi)
serupa memendam amarah dari purbakala
karena orangorang berjajar menggemakan tubuh
semarak batubatu jalanan berguguran di keningnya
; maut yang tergadai usai membelai
dan raung motor memburu kalimat; sambil memadamkan katakata
waktu yang terlupakan – seusai jejalan tujuan
kesadaran yang terlupakan oleh jalanan berlobang
seliweran tangantangan tengadah; wajah murah
lupa pulang ke rumah
kepenatan berumah di tanahtanah basah
2./
aku pulang
seiring parade ritual kematian
duka yang berguguran
karena kekekalan waktu tak menyisakan sepetak ingatan
ingatan pada waktu punah; hidup yang tak pernah berubah
(perempuanperempuan berjajar memundak sejarah)
kakinya melahirkan peluh yang terus mengaduh
(kayukayu bertengger di punggungnya)
pada perjalanan pulang
tak ada yang berubah dan membelah. waktu tak pernah punah
nubuat tak melahirkan isyarat
hikayat tak pernah menengadah sesah
3./
aku pulang
seiring anakanak berpetak umpetan. memetakan tujuan
akrapi pasrah diri
burai sakit hati
lalu tenggelam ke dasardasar bumi. bersamadikan nyanyi
bungabunga bertaburan. kuburan
entah ada yang berubah
(tubuh mentah dipalur katup peti)
sebab lumpurlumpur terus membubur
berderap pada pesta sesaji. aroma anyir di pematang dupa
mengantar ayat-ayat beterbangan. memenatkan
allah batukbatuk kelewatan
Komunitas Merapi, 2007