::: GENDHOTWUKIR :::


Sajak-Sajak Gendhotwukir


Harian Borneonews 5 Agustus 2007



Saat Perpisahan

 

ada yang sengaja ingin kau lupakan

saat meninggalkan kota ini

malam terakhir, ciuman membuta

seusai botol-botol bir kosong berderakan

tanpa harap dan janji

sesaat saja

musim dingin di stasiun kereta

menggiurkan kata-kata

pada beku salju dan diam terpaku

ciuman terakhirmu

lesap di lesung pipi

awan yang gagu

menolak setuju

pergi selamanya ke negeri kincir angin

        : menggagalkan anak datang ke dunia

melupa ikatan cinta buta

hingga kucuran kata-kata

dan pendar sakit hati meraja

kau pendam bersama laju kereta

 

Belanda- Lereng Merapi, 06-07


Gema Pemakaman

 

Orang-orang berjajar menggemakan sunyi

Dan lupa anak-anak mandi di kali

Semenjak bumi menanti

Jasad mati

Kita sadar diri

Purnama enggan kembali

Mengagungkan kenangan terpatri

Pada kepala-kepala berkerudung hitam

Legam. Di sejarah terhenti tertikam

Hingga badai terkulai

Sebab sebuah rahasia raib bersama

Di pematang bibir terkatub

Memuja bumi

Tempat rumah abadi

Daging fana ini

Seiring barisan nanar

Menghantar diri pada henti

Habis dan terhenti terkunci

Rahasia diri

Perjalanan cinta diri

Sakit hati

Gelora benci dan sebaris amal bhakti


Lereng Merapi,  2007


Sebelum Ayam Berkokok

 

ada bara api

membara dari tungku tua

gelorakan tangantangan perkasa

menerka bara

di sela-sela jarinya nyiur cahaya

berjajar merayapinya

entah mengapa

di pawon seluruhnya terbaca

pada ruasruas bambu semata

untaian rencana membaca masa

sedang di luar gema lesung berkejaran

rapatkan barisanbarisan bertapih bulan

gerutu di sisasisa malam. cekikikan

: gongong anjing ikutikutan

meramaikan

saatsaat membuka lembaran harian

mengisi halaman-halaman di pedesaan

sebelum ayam berkokok. di pagi orkestra hiburan

: ibu aku ingin sarapan

 

Lereng Merapi, 2007



16j42 wrote on Sep 9, '07
bravo, dear penyair
teruslah hadir
mengalir
gendhotwukir wrote on Sep 9, '07
16j42 said
bravo, dear penyair
teruslah hadir
mengalir
Mercy,
Kutunggu resonansinya
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help