::: GENDHOTWUKIR :::

Blog EntryINTERMEZZO: KJRI Hongkong Kecewakan Ribuan BuruhNov 12, '06 11:52 PM
for everyone

KJRI Hongkong Kecewakan Ribuan Buruh


http://www.suaramerdeka.com/


Hongkong, CyberNews. Lebih dari 2000 Buruh Migran Indonesia di Hongkong melakukan aksi turun ke jalan pada hari Minggu (12/11) menuntut pemerintah Hongkong menghapus kebijakan New Condition of Stay (NSC) dan two-week rule yang diskriminatif.

Sejak pukul 10.00 waktu Hongkong konsentrasi massa mulai tampak memadati lapangan di Victoria Park, Cause Bay.  Mereka menggelar aksi orasi dan gelar budaya di Victoria Park dan selanjutnya massa bergerak menuju Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Hongkong.

Sayangnya, tak satu pun pejabat yang berwenang di KJRI menyambut kedatangan para BMI, berbeda dengan beberapa Parlemen Hongkong yang malahan ikut turun ke jalan.

Di hadapan beberapa perwakilan pegawai Konsulat Indonesia yang tidak terlalu berwenang mereka menuntut agar pihak Pemerintah Indonesia berani bersikap tegas terhadap praktek biaya agen yang sangat tinggi dan juga praktek pemberian upah BMI di bawah standar upah minimum yang ditetapkan pemerintah Hongkong.  Gedung KJRI hanya dibuka selama  tiga menit oleh pegawai untuk menerima tuntutan para demonstran.

Selama ini BMI di Hongkong harus membayar biaya agen sebesar HK$ 21.000. Padahal aturan hukum di Hongkong menyebutkan bahwa agen hanya berhak mengambil 10 % dari gaji yang diterima pekerja. Sementara 42% dari BMI di Hongkong menerima upah di bawah standar minimum yang ditetapkan oleh pemerintah.

Menurut ketetapan pemerintah Hongkong, upah minimum yang harus diterima pekerja asing sektor rumah tangga adalah HK$ 3.400. Namun hampir separuh BMI di Hongkong yang jumlah seluruhnya saat ini mencapai 100 ribu hanya menerima upah antara HK$ 1500-HK$ 2000.

Pemerintah Indonesia dinilai oleh Koalisi Tenaga Kerja Indonesia di Hongkong (KOTKIHO) lamban dalam menanggapai aspirasi para buruh ini dan hanya  percaya pada laporan-laporan yang disampaikan oleh para pejabat KJRI dan tidak mau melihat langsung ke lapangan. Aksi massa yang kurang mendapat dukungan dari KJRI ini berlangsung dengan aman dan tertib. Memang perlu disayangkan sikap KJRI ini, padahal beberapa anggota Parlemen Hongkong ikut turun ke jalan.

 “Kami mendukung perjuangan kalian. Komite CEDAW Perserikatan Bangsa-Bangsa juga sudah mengeluarkan rekomendasi bahwa aturan two week rule harus dihapuskan. Kami akan melobi sesama anggota parlemen untuk mendesak pemeritah Hongkong menghapus aturan itu,” seru Lee Cheuk Yan, seorang anggota Parlemen Hongkong yang selama ini terkenal sangat vokal di hadapan ribuan massa yang telah memadati Gedung Parlemen seperti dilaporkan kotributor SM CyberNews Gendhotwukir langsung dari Hongkong.

Massa gabungan dari Coalition for Migrants`Right (CMR) dan Koalisi Tenaga Kerja Indonesia di Hongkong (KOTKIHO) juga menuntut penghapusan implementasi kebijakan NSC oleh pemerintah Hongkong yang jelas-jelas merugikan BMI  karena dengannya tidak memungkinkan pekerja sektor rumah tangga berganti majikan tanpa persetujuan dari pihak Imigrasi dan melarang mereka berganti pekerjaan di luar sektor rumah tangga. Sayang, KJRI Hongkong kurang melihat persoalan langsung di Lapangan.

( gendhotwukir/cn09 )

Foto: Menyusul...




Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help