Piala Dunia
Tendangan Roket Schweinsteiger Puaskan Fans Jerman
Siegburg, CyberNews. Seni menendang bola yang fantastis mulai dilahirkan oleh Schweinsteiger saat-saat permainan memasuki babak kedua. Bola-bola roket Schweinsteiger meluncur deras ke arah gawang Portugal dan mulai membobol gawang yang dijaga Ricardo pada menit ke-56. Malam ini ia menjadi supertstar dan diagung-agungkan di berbagai kota di Jerman.
Sama seperti Klinsmann yang lantas meloncat kegirangan menyambut gol roket yang disarangkan oleh kaki Schweinsteiger, ribuan penggila bola yang memadati sudut-sudut kota Koeln, Siegburg, Bonn dan kota lain di NRW berteriak kegirangan. Mereka meloncat-loncat, mengangkat kedua tangan, menari-nari dan berteriak-teriak, “Jerman…! Jerman…! Jerman…!”
Gemuruh sorak-sorai menggema lantang saat wasit Kamikawa asal Jepang meniup peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Publik Jerman merasa puas atas hasil kerja keras anak-anak asuhan Klinsmann memporak-porandakan pertahanan belakang Portugal.
Malam ini (8/7) Jerman kembali berseri. Der Panzer berhasil melibas kesebelasan Portugal dan berhak menggondol tempat ketiga pada Piala Dunia tahun ini. Dari pantauan langsung Koresponden Suara Merdeka CyberNews di Jerman, jalan-jalan di berbagai kota sesak oleh mobil-mobil suporter yang keliling kota dengan membunyikan klakson, berteriak-teriak dan mengibarkan bendera Jerman. Pawai mobil berlangsung hingga pagi hari.
Pesta kemenangan yang sempat tertunda karena der Panzer kalah atas Italia beberapa hari yang lalu lantas meledak. Pesta berlangsung dengan sangat meriah. Banyak kafe, restoran dan diskotek dijejali suporter Jerman yang merayakannya hingga pagi hari. Mereka minum, makan, menari sampai puas dan menyanyikan lagu-lagu kebangsaan menyambut kemenangan yang memang telah diprediksi oleh banyak kalangan. Letupan-letupan kembang api juga menghiasi langit Jerman.
Kepuasan atas prestasi der Panzer juga dirasakan oleh para pemain. Selama ajang Piala Dunia ini, Jerman telah menurunkan semua pemain yang telah dipanggil untuk masuk timnas, kecuali seorang saja yaitu penjaga gawang ketiga Timo Hildebrand. Meski demikian, Timo tidak kecewa karena tidak diturunkan. (Gendhotwukir)
Foto: Gendhotwukir