Piala Dunia
Publik Jerman Bangga Pada Klinsmann
http://www.suaramerdeka.com/cybernews/sport/bola/bola-sport1814.html
Meksi gagal membawa tim Panser menuju babak final, publik Jerman tetap bangga pada hasil kerja Juergen Klinsmann. Mimpi menjadi juara pada Piala Dunia 2006 telah buyar. Suasana duka masyarakat Jerman masih terus terasa di berbagai kota. Si pelatih timnas sendiri juga merasakan kesedihan itu.
"Kami memang memiliki banyak peluang mencetak gol duluan. Tetapi justru di saat-saat akhir mereka mendapat keuntungan. Sungguh kekecewaan yang teramat besar, yang meruntuhkan perasaan. Sangat pahit harus kebobolan tatkala pertandingan hampir berakhir", kata Klinsmann dalam jumpa pers usai pertandingan.
“Ya, mau apalagi. Permainan sudah usai dan hanya satu tim yang menang dalam sebuah pertandingan. Tim Jerman bermain sangat bagus, hanya saja kurang beruntung. Meski demikian, kami tetap bangga pada Klinsmann yang mampu menunjukkan pada dunia bahwa tim Jerman juga masih kuat,“ ungkap Anne asal kota Bonn kepada koresponden SM CyberNews di Jerman.
Hal senada juga banyak disampaikan publik Jerman melalui saluran televisi yang menayangkan secara langsung kesan-kesan publik Jerman atas kekalahan tim Panser tersebut.
Media Jerman tidak banyak mencaci-maki kegagalan tersebut. Media Jerman pun terasa ikut menangis atas kekalahan yang menyakitkan itu dan di sisi lain bangga pada Klinsmann yang mampu memberi semangat pada pemain-pemain muda Jerman untuk maju.
Media Jerman yakin bahwa di masa depan Jerman akan memiliki tim yang sangat solid di tangan Klinsmann. Hal ini juga diungkapkan Oliver Bierhoff (Manajer timnas Jerman), Felix Magath (Pelatih FC Bayern Muenchen), Bernd Hoelzenbein (pemain timnas Jerman di Piala Dunia 1974) dan tokoh-tokoh penting lainnya di Jerman. Publik Jerman berharap Klinsmann mau bertahan sebagai pelatih timnas Jerman.
Ketika ditanya soal apakah ia akan terus menjabat sebagai pelatih tim nasional Jerman atau mundur saja, ia belum banyak berkomentar dan akan memikirkanya lagi. Kini Klinsmann tengah membangkitkan semangat timnya untuk memperebutkan tempat ketiga melawan Portugal Sabtu nanti.
"Entahlah, apakah saya akan terus melatih Jerman. Saya perlu waktu untuk merenungkan lagi apa saja yang terjadi selama kejuaraan dunia ini dan sepanjang dua tahun terakhir. Saya akan membicarakannya dengan isteri saya pekan depan,” ungkapnya kepada para wartawan dalam sebuah jumpa pers. (Gendhotwukir)
Foto: Gendhotwukir