Piala Dunia
Saling Ejek, Suporter Jerman-Italia Berkelahi
http://www.suaramerdeka.com/cybernews/sport/bola/bola-sport1808.html
Jerman tengah berduka. Ribuan suporter kecewa atas kekalahan tim Panser dengan tragis pada menit-menit terakhir perpanjangan waktu. Kepulangan ribuan suporter ke kota masing-masing diwarnai perkelahian antarpendukung masing-masing tim.
Pantauan langsung Suara Merdeka CyberNews di wilayah NRW, banyak perkelahian terjadi karena saling ejek. Sebenarnya ketika memasuki babak kedua saja sudah mulai terjadi keributan antar suporter, terutama karena kesebelasan Jerman belum memasukkan gol. Hanya saja pihak kepolisian segera bergerak cepat dengan mengamankan orang-orang yang dituduh sebagai provokator.
Kebobolan satu gol, ribuan suporter Jerman di daerah Heumarkt dan Roncalliplatz langsung sedih. Bahkan beberapa suporter yang telah mabuk naik pitam dan langsung memukul suporter dari kesebelasan Italia. Melihat gelagat yang kurang baik, pihak keamanan segera membekuk si pelaku dan membuat pagar betis bagi suporter Italia karena suporter Italia di beberapa tempat memang jumlahnya sedikit.
Keluar dari nonton bareng di layar lebar, tampak wajah-wajah sedih yang tidak bisa disembunyikan lagi. Banyak di antara mereka entah tua, muda, laki, perempuan yang menangis. Kekalahan yang sangat tragis dan menyakitkan bagi Jerman, demikian komentar singkat Alex dari Italia.
Pulang bersama suporter yang sedang bersedih memang harus hati-hati. Banyak perkelahian kecil terjadi sepanjang perjalanan pulang menuju stasiun kereta. Pemicunya sederhana saja seperti bisikan kata “Italia” atau kibaran bendera Italia.
Beberapa toko yang menjual bendera Italia juga dibuat geram oleh ulah para suporter Jerman yang sudah mabuk. Mereka langsung mencopoti bendera Italia dan menginjak-injaknya. Tampak pula beberapa suporter langsung menendang dan membanting kursi-kursi restoran yang dipajang di halaman luar.
Di dalam kereta pun suasana antar kedua pendukung kesebelasan cukup tegang dan memanas. Mereka saling ejek dan adu mulut. Beberapa bahkan hampir saling tonjok kalau tidak dilerai oleh mereka yang tidak mabuk. (Gendhotwukir)
Foto: Gendhotwukir